Jumat, 06 April 2012

Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (ABPN)

Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (ABPN)
1.     Perkembangan Dana Pembangunan Indonesia
Dari segi perencanaan pembangunan di Indonesia, APBN adalah konsep perencanaan pembangunan yang memiliki jangka pendek, karena itulah APBN selalu disusun setiap tahun. Maka secara garis besar APBN terdiri dari pos-pos seperti di bawah ini :
Dari sisi penerimaan, terdiri dari pos penerimaan dalam negeri dan penerimaan pembangunan. Sedangkan dari sisi pengeluaran terdiri dari pos pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan.
2.     Proses Penyusunan Anggaran
Proses penyusunan anggaran dibagi menjadi 2, yakni dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas.
Proses penyusunan anggaran dari atas ke bawah ini secara garis besar berupa pemberian sejumlah uang dari pihak atasan kepada karyawannya agar menggunakan uang yang diberikan tersebut untuk menjalankan sebuah program. Terdapat 5 metode penyusunan anggaran dari atas ke bawah :
1.      Metode kemampuan adalah metode dimana perusahaan menggunakan sejumlah uang yang ada untuk kegiatan operasional dan produksi tanpa mempertimbangkan efek pengeluaran tersebut.
2.      Metode pembagian semena-mena merupakan proses pendistribusian anggaran yang tidak lebih baik dari metode sebelumnya.
3.      Metode persentase penjualan menggambarkan efek yang terjadi antara kegiatan iklan dan promosi yang dilakukan dengan persentase peningkatan penjualan dilapangan.
4.      Melihat pesaing karena sebenarnya tidak ada perusahaan yang tidak mau tahu akan keadaan pesaingnya.
5.      Pengembalian investasi (Return Of Investment) merupakan pengembalian keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan terkait dengan sejumlah uang yang telah dikeluarkan untuk iklan dan aktivitas promosi lainnya.
Terdapat 3 metode dasar proses penyusunan anggaran dari bawah ke atas, yakni :
1.      Metode tujuan dan tugas (objective and task method) dengan menegaskan pada penentuan tujuan dan anggaran yang disusun secara beriringan.
2.      Metode pengembalian berkala ( payout planning) menggunakan prinsip investasi dimana pengembalian modal diterima setelah waktu tertentu.
3.      Metode perhitungan kuantitatif (quantitative models) menggunakan sistem perhitungan statistik dengan mengolah data yang dimasukkan dalam komputer  dengan teknik analisis regresi berganda (multiple regression analysis).

3.      Perkiraan Penerimaan Negara
Secara keseluruhan sumber penerimaan negara bersumber dari :
1.      Penerimaan dalam negeri, yang terdiri dari :
a.       Penerimaan perpajakan (pajak penghasilan, pertambahan nilai, bumi & bangunan, bea masuk, ekspor, dll.)
b.      Penerimaan bukan pajak (penerimaan SDM, bagian laba BUMN, PNPB)
2.      Penerimaan luar negeri
Penerimaan dari luar negeri dapat dihasilkan dari investasi atau modal proyek ataupun pinjaman keluar negeri. Bisa juga didapatkan dari ekspor barang ataupun dari visa para tourist yang datang ke ndonesia.

4.     Perkiraan Pengeluaran Negara
Pengeluaran negara merupakan pengeluaran untuk membiayai kebutuhan maupun kegiatan-kegiatan pada suatu negara demi mewujudkan kesejahteraan rakyat.
Pengeluaran Negara dikelompokkan menjadi dua, yaitu :
a.      Pengeluaran rutin negara merupakan pengeluaran yang selalu ada dan telah terencana sebelumnya.
b.      Pengeluaran pembangunan merupakan semua pengeluaran negara untuk membiayai proyek-proyek pembangunan.

5.     Dasar Perhitungan Perkiraan Penerimaan Negara
Untuk memperoleh hasil perkiraan negara, ada beberapa hal pokok yang harus diperhatikan. Hal-hal tersebut adalah :
1.      Penerimaan dalam negeri dari migas.
2.      Penerimaan dalam negeri diluar migas.
3.      Penerimaan pembangunan.

Struktur Produksi, Distribusi Pendapatan Dan Kemiskinan

Struktur Produksi, Distribusi Pendapatan Dan Kemiskinan

1.   Struktur Produksi
Struktur produksi adalah logika proses produksi yang menyatakan hubungan antara beberapa pekerjaan pembuatan komponen sampai menjadi produk akhir. Pendapatan nasional merupakan salah satu indikator perekonomian suatu negara yang sangat penting.
2.   Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional dapat diartikan sebagai suatu angka/nilai yang menggambakan seluruh produksi, pengeluaran ataupun pendapatan yang dihasilkan dari semua pelaku/sektor ekonomi dari suatu negara dalam kurun waktu tertentu.
GDP (Gross Domestic Product) atau Produksi Domestik Bruto adalah pendapatan nasional yang nilainya dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh kegiatan produksi yang dilakukan oleh semua pelaku/sektor ekonomi di wilayah Indonesia, dalam kurun waktu tertentu.
Contoh
Produsen 1, petani gandum, produksinya dinilai Rp 250
Produsen 2, pabrik tepung terigu, produksinya dinilai Rp 600
Produsen 3, pabrik roti, produksinya dinilai Rp 1000
            Maka pendapatan nasional GDP Indonesia sebesar Rp 1000, yakni hanya hasil akhirnya saja.
            GNP (Gross National Product) adalah pendapatan nasional yang nilainya diperoleh dengan cara menjumlahkan seluruh pengeluaran yang dilakukan oleh semua pelaku/sektor ekonomi di Indonesia.
Contoh
Pengeluaran dari sektor rumah tangga                            xxx
Pengeluaran dari sektor swasta                                       xxx
Pengeluaran pemerintah                                                   xxx
Sektor luar negeri                                                               xxx +
            Pendapatan nasional (GNP) Indonesia               xxx
            NI (National Income) adalah pendapatan nasional yang nilainya didapat dengan cara menjumlahkan semua hasil/pendapatan yang diperoleh semua pelaku/sektor ekonomi di Indonesia dalam kurun waktu tertentu.
Contoh
Pendapatan dari sektor rumah tangga                            xxx
Pendapatan dari sektor swasta                                        xxx
Pendapatan Pemerintah                                                    xxx
Pendapatan luar negeri                                                      xxx+
            Pendapatan Nasional Indonesia (NI)                    xxx
            Pendapatan nasional (Y) disposable adalah pendapatan nasional yang telah siap untuk dibelanjakan. Nilai Y disposible berasal dari NI setelah ditambah subsidi dan dikurangi pajak.
Y disposable = NI + Tr – Tx langsung, dimana
Tr = Goverment Transfer, subsidi pemerintah
Tx = Pajak langsung
            Pendapatan nasional per kapita/tahun biasanya digunakan sebagai salah satu indikator akhir dalam melihat kemajuan pertumbuhan perekonomian suatu negara.
Pendapatan per kapita = GNP/GDP : jumlah penduduk

3.   Distribusi Pendapatan Nasional Dan Kemiskinan
Kesenjangan ekonomi atau ketimpangan dalam distribusi pendapatan antara kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, serta tingkat kemiskinan atau jumlah orang yang berada dibawah garis kemiskinan merupakan dua masalah besar dibanyak negara berkembang, tidak terkecuali Indonesia.
Negara juga menggunakan pola distribusi non ekonomi, guna mendistribusikan kekayaan kepada pihak-pihak yang secara ekonomi tetap belum mendapatkan kekayaan, melalui instrument seperti zakat, shadaqoh, hibah dan pemberian Negara.
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti, makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan.
Pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian.

PETA PEREKONOMIAN INDONESIA

PETA PEREKONOMIAN INDONESIA

1.     Keadaan Geografis Indonesia
Negara Indonesia merupakan negara kepulauan, dengan luas keseluruhan kurang lebih 195 sampai dengan 200 juta hektar, yang terletak di kawasan Asia Tenggara. Banyaknya pulau akan menjadi kekuatan dan kesempatan, jika pulau-pulau yang sebagian besar merupakan kepulauan yang subur dan kaya akan hasil-hasil bumi dan tambang, maka kita dapat mengolahnya, “untuk kita punya kita dan terutama untuk masyarakat banyak”.
Di Negara Indonesia mempunyai iklim tropis basah yang dipengaruhi oleh angin mon soon barat dan mon soon timur, sehingga di negara Indonesia ini hanya mengalami dua musim saja, yaitu musim hujan dan musim kemarau.
Negara Indonesia kaya akan bahan tambang, seperti yang telah dibuktikan sejarah. Jenis tambang Indonesia, yakni minyak bumi, gas alam, batu bara, timah, tembaga dan masih banyak lagi yang lainnya. Hasil tambang minyak bumi pernah menjadikan negara Indonesia memperoleh dana pembangunan yang sangat besar, sehingga pada saat itu target pertumbuhan ekonomi kita “berani” ditetapkan sebesar 7,5% pada masa repelita II.
2.     Mata Pencaharian
Sebagian besar mata pencaharian penduduk negara Indonesia masih berada di sektor pertanian (agraris), yang masih tinggal di daerah pedesaan. Mata pencahariannya mencakup seperti petani, nelayan, peternak dan sejenisnya.
3.     Sumber Daya Manusia
Pertumbuhan penduduk yang tinggi akan menimbulkan banyak masalah bagi negara, jika tidak diiringi dengan peningkatan produksi dan efisiensi di bidang yang lainnya. Banyaknya penduduk akan menambah beban sumber daya produktif terhadap sumber daya manusia yang belum produktif (anak-anak, manula, pengangguran, dll.), yang akibat lanjutnya akan menciptakan masalah-masalah sosial yang cukup rumit.
Penyebaran penduduk yang tidak merata menyebabkan tidak seimbangnya kekuatan ekonomi secara umum, yang akibat selanjutnya adalah terjadinya ketimpangan daerah miskin dan daerah kaya. Daerah yang tampak (jelas) menguntungkan (khususnya pulau jawa) akan menjadi serbuan dan perpindahan penduduk dari daerah lainnya.
Sasaran kebijaksanaan tenaga krja di Indonesia adalah memperluas lapangan pekerjaan untuk dapat menyerap pertambahan angkatan kerja baru serta mengurangi tingkat pengangguran.
Membina angkatan kerja baru yang memasuki pasar melalui ketrampilan untuk berusaha sendiri maupun untuk mengisi lapangan pekerjaan yang telah tersedia.
Meninjau kembali sistem pendidikan yang ada di Indonesia yang masih bersifat umum (general), untuk dapat lebih disesuaikan dengan disiplin ilmu khusus yang lebih sesuai dengan tuntutan pembangunan. Sehingga lulusan yang dihasilkan merupakan lulusan yang memang benar-benar siap untuk bekerja dan bukan yang siap untuk dilatih kembali.
4.     Investasi
Upaya-upaya tambahan yang dilakukan guna membantu memenuhi kebutuhan dan investasi pembangunan :
Lebih menggiatkan dan menyempurnakan sistem perpajakan dan perkreditan.
Mengusahakan adanya pinjaman luar negeri yang memiliki syarat yang lunak (mudah dijangkau).
Lebih mengembangkan ekspor komoditi non-migas, sehingga secara absolut dapat meningkatkan penerimaan pemerintah dari sektor luar negeri.

Perkembangan Strategi Dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Perkembangan Strategi Dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia

1.     Strategi Pembangunan
Strategi Pertumbuhan
            Inti dari konsep strategi ini adalah strategi pembangunan ekonomi oleh suatu negara akan terpusat pada upaya pembentukan modal, serta bagaimana menanamkannya secara seimbang, menyebar, terarah dan memusat, sehingga dapat meninmbulkan efek pertumbuhan ekonomi.
Strategi Pembangunan Dengan Pemerataan
            Inti dari konsep strategi ini adalah dengan ditekankannya peningkatan pembangunan melalui teknik sosial engineering, seperti halnya melalui penyusunan perencanaan induk, dan paket program terpadu.
Strategi Ketergantungan
            Inti dari konsep strategi ini adalah kemiskinan di negara-negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan dari negara tersebut kepada pihak negara lainnya. Oleh sebab itu, jika suatu negara ingin terbebas dari kemiskinan dan keterbalakangan ekonomi, negara tersebut harus mengarahkan upaya pembangunan ekonominya pada usaha melepaskan diri dan ketergantungan dari pihak lain.
Strategi Yang Berwawasan Ruang
            Inti dari konsep strategi ini adalah menurut “Myrdall dan Hirschman” kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah yang lebih kaya/maju dikarenakan kemampuan/pengaruh menyebar dari kaya ke miskin (spread effects) lebih kecil daripada terjadinya aliran sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya (back-wash-effects).
Strategi Pendekatan Kebutuhan Pokok
            Inti dari konsep strategi ini adalah menanggulangi kemiskinan secara massal. Menekankan bahwa kebutuhan pokok manusia tidak mungkin dapat dipenuhi jika pendapatan  masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengangguran (setelah dikembangkan oleh ILO).

2.     Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Strategi Pembangunan
Tujuan yang hendak dicapai adalah menciptakan masyarakat yang mandiri, maka strategi ketergantungan_lah yang mungkin hendak akan digunakan. Jika tujuan yang ingin dicapai adalah pemerataan pembangunan, maka strategi yang berwawasan ruang_lah yang akan digunakan. Begitu juga sama dengan yang lainnya.

3.     Strategi Pembangunan Ekonomi Indonesia
REPELITA I, meletakkan titik berat pada sektor pertanian dan industri yang mendukung sektor pertanian.
REPELITA II, meletakkan titik berat pada sektor pertanian dengan meningkatkan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku.
REPELITA III, meletakkan titik berat pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi.
REPELITA IV, meletakkan titik berat pada sektor pertanian untuk melanjutkan usaha-usaha menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin industri sendiri.

4.     Perencanaan Pembangunan
Manfaat perencanaan, menurut Bintoro Tjokroamidjojo adalah dengan adanya perencanaan diharapkan terdapatnya suatu pengarahan kegiatan, adanya pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditujukkan kepada pencapaian tujuan pembangunan.
Periode perencanaan pembangunan
(sebelum orde baru) :
Periode 1945-1950
Periode 1951-1955
Periode 1956-1960
Periode 1961-1965

(setelah orde baru) :
Periode 1966-1958, merupakan periode stabilisasi dan rehabilitasi.
Periode Repelita I, 1969/70-1973/74
Periode Repelita II, 1974/75-1978/79
Periode Repelita III, 1979/80-1983/84
Periode Repelita IV, 1984/85-1988/89
Periode Repelita V, 1989/90-1993/94

Sistem Perekonomian Indonesia

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
1.    Arti Sistem
Sistem Perekonomian adalah suatu sistem yang diterapkan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya, baik kepada individu maupun organisasi-organisasi di negara tersebut.

2.    Perkembangan Sistem Perekonomian
Sistem Perekonomian Pasar (Liberalis/Kapitalis)
      Dasar penerapannya sistem ini adalah karena adanya kegiatan “invisible hand” / tangan-tangan yang tidak kelihatan, yang dicetuskan oleh bapak ahli ekonomi Adam Smith.
Sistem Perekonomian Perencanaan (Etatisme/Sosialis)
      Pencetus ide gagasan tentang sistem ekonomi etatisme adalah Karl Max, yang diilhami dengan penderitaan kaum buruh yang terjadi pada saat itu, sebagai ulah dari para kaum kapitalis.
Sistem Ekonomi Campuran
      Definisi dari sistem perekonomian pasar campuran ini adalah merupakan sebuah kombinasi dari “logis” dari ketidak sempurnaan kedua sistem ekonomi yang telah ada di atas (Liberalis dan Etatisme).
Perbedaan Berbagai Macam Sistem Ekonomi Yang Ada
      Sistem Ekonomi Kapitalis, perekonomian dibiarkan berjalan atas inisiatif dari masing-masing individu dengan kebebasan yang sebesar-besarnya.
      Sistem Ekonomi Sosialis, perekonomian dipaksakan sebagai usaha bersama berdasarkan atas ketentuan-ketentuan yang berlaku (menurut rencana pemerintah).
      Sistem Ekonomi Campuran, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas-asas kekeluargaan.

3.    Sistem Perekonomian Indonesia
Sistem Ekonomi Sebelum Orde Baru
Sistem perekonomian yang dianut oleh masing-masing bangsa sudah pasti berbeda-beda. Seperti halnya Bangsa Indonesia, pada awalnya sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia adalah sistem ekonomi liberal, dimana seluruh kegiatan ekonomi d serahkan kepada masyarakat.
Sistem Demokrasi Ekonomi
Sistem perekonomian yang ada di Indonesia harus berdasarkan pada Pancasila dan UUD 1945. Sistem perekonomian nasional yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 disusun untuk mewujudkan demokrasi ekonomi dan dijadikan dasar pelaksanaan ekonomi.
Sistem Ekonomi Komando
Sistem ekonomi komando merupakan salah satu sistem perekonomian yang sangat di tentang oleh bangsa Indonesia. Karena sistem ekonomi komando merupakan sistem ekonomi yang menghendaki pengaturan perekonomian dilakukan oleh pemerintah secara terpusat.
Sistem ekonomi Indonesia Setelah Orde Baru
Pada masa orde baru, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi. Sistem ini bertahan hingga masa reformasi. Setelah masa reformasi, pemerintah melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sistem ini lah yang masih berlaku di bangsa Indonesia.

4.    Para Pelaku Ekonomi
Tiga Pelaku Ekonomi
Dalam perekonomian Indonesia di kenal tiga pelaku ekonomi pokok, yakni :
Koperasi, Sek. Pemerintah, sek. Swasta. Ketiga pelaku ekonomi tersebut akan menjalankan kegiatan-kegiatan ekonomi dalam sistem ekonomi kerakyatan. Sebuah sistem ekonomi akan berjalan dengan baik jika pelaku-pelakunya dapat saling bekerja sama dengan baik pula dalam mencapai tujuannya.
Peranan BUMN Dalam Sistem Perekonomian Indonesia
Prioritas fungsi dari Pemerintah BUMN “kestabilan yang mendukung kegiatan ekonomi, pemerataan hasil ekonomi, pertumbuhan kegiatan ekonomi”.

Landasan Konstitusional, Latar Belakang Pendirian BUMN & Maksud Tujuan Perjan, Perum serta Persero
Pendirian BUMN di Indonesia bermacam-macam, tergantung dari periode dan kebijaksanaan pemerintah. Beberapa BUMN merupakan kelanjutan dari perusahaan-perusahaan yang didirikan pada zaman sebelum kemerdekaan.
Latar Belakang Pendirian BUMN :
1.      Menjadi perintis kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh sek. Swasta dan koperasi.
2.      Menyediakaan kemanfaatan umum ( penyediaan barang dan jasa yang berkualitas serta fasilitas yang memadai).
3.      Turut aktif memberikan bimbingan dan bantuan.
Maksud dan tujuan (Perjan, Perum serta Persero)
1.      Menyelenggarakan kegiatan usaha yang bertujuan untuk kemanfataan masyarakat.
2.      Melestarikan dan meningkatkan sumber daya.
3.      Untuk mendukung pembiayaan dalam menyelengarakaan kegiatan pelayanan.
Peranan Koperasi Dalam Perekonomian Indonesia
Prioritas fungsi dari koperasi adalah “Pemerataan hasil ekonomi, pertumbuhan kegiatan ekonomi, kestabilan yang mendukung kegiatan ekonomi.